Sobat
pembaca yang budiman, kali ini saya akan
mencoba mengupas tentang merokok yang bisa membuat hidup anda miskin, di sini
saya tidak akan menulis hubungan dengan kesehatan, tapi saya akan mengupas
hubungan rokok dengan ekonomi. Ekonomi diri sendiri dan ekonomi yang sudah
berkeluarga. Ini semua ada hubungannya dengan kehidupan pribadiku. Dulu saya
perokok aktif sudah lama sekali kira-kira 12 tahun yang lalu, saya merokok
lebih kurang 9 tahun. Dulu lama saya berfikir gimana caranya saya bisa berhenti
dari kebiasaan yang menurut saya terlalu boros untuk pengeluaran dan tidak ada
manfaatnya sama sekali tapi sulit sekali menghentikan kebiasaan itu, pernah
dulu berhentinya 3 hari kembali lagi, 1 minggu kembali lagi dan 1 bulan kembali
lagi. Waduh susah betul ya gumam ku waktu itu....apa sih obat nya?
Mungkin sudah
di takdirkan juga untuk merubah kebiasaan ku itu, akhirnya saya pindah / hijrah
dari tempat tanah kelahiranku ke tempat yang baru. Ini cerita di mulai merubah
kebiasaan buruk ku itu. Berangkat ke daerah baru dalam perjalanan saya pun masih
merokok bahkan habis 1 bungkus rokok mild. Dan akhirnya sampai juga di tempat
tujuan dan mulai lah saya tekad kan niat saya harus berhenti merokok...titik,
tidak ada pilihan lain lagi, mau gimana pun saya harus berhenti dari kebiasaan
ini...demikian tekad ku waktu itu.
Memang
awal-awal berhenti merokok sungguh sangat terasa berat sekali, apalagi habis
makan waduh asam mulut ini tidak ketulungan. Ada gurauan teman-teman, kalau
habis makan tidak merokok serasa di keroyok orang satu kampung, saya tersenyum
saja mendengar gurauan teman ku itu. Apalagi
sambil melihat kawan lagi merokok tapi aku bisa mengendalikan diri, banyak sih
teman-teman satu pekerjaan yang nawarin rokok kepadaku. Tapi ku tolak, aku
bilang tidak merokok..padahal ingin berhenti he...he....itu lah taktik yang aku
lakukan mudah-mudahan kebiasanku in bisa terwujud pikirku...
Waktu terus
berjalan 1 hari, 2 hari, 1 minggu, 2 minggu, 1, bulan, 2 bulan berhasil aku
lalui dengan sempurna tanpa tergoda sedikitpun. Dan akhirnya sekarang aku sudah
berhenti merokok dengan jangka waktu 12 tahun. Memang kehidupan ku tidak kaya
setidaknya uang yang di pergunakan untuk membeli rokok selama ini bisa ku
tabung. Bayangkan sobat sewaktu perokok aktif dulu aku bisa menghabiskan 2
bungkus rokok mild dengan asumsi harga sekarang Rp 18.000 x 2 = Rp 36.000
sehari, lalu kalau di kali kan sebulan berarti pengeluaran ku untuk rokok = Rp 1.080.000,-
( Satu Juta Delapan Puluh Ribu Rupiah ), wow... ternyata pengeluaran yang besar
sekali yang tidak aku rasakan selama itu.
Seandainya saya
ingin pergi haji dalam jangka waktu menabung uang rokok selama 10 tahun kemungkinan
sudah terkumpul Rp 1.080.000 x 12 = Rp
12.960.000 x 10 tahun = 129.600.000,- wow fantastis ...ini bukan untuk 1
orang pergi hajinya, malahan bisa untuk pergi 4 orang.
Kadang aku
merasa sedih juga cerita teman-teman, ada istri nya yang minta di belikan baju
daster dengan harga Rp 100.000,- tidak dibelikan, alasannya tiap bulan beli
baju terus, padahal tanpa di sadari nya dia membeli untuk kebutuhan rokok tiap
hari lebih dari harga baju daster itu. Padahal kemungkinan istrinya bukan tiap
bulan minta dibelikan baju daster dan kemungkinan satu tahun sekali ,,,hadeh,.....
Dan ada juga
cerita sewaktu akhir bulan belum gajian, uang di dompet tinggal Rp 10.000,- beras
habis dan rokok pun habis, yang di utamakan duluan membeli rokok. Beras nantilah
aku cari katanya. Padahal kalau beli beras bisa untuk makan satu keluarga,
sedangkan rokok untuk dirinya sendiri hadeh......
Kalau kita
mau berhenti merokok walaupun kita tidak menjadi kaya, setidaknya kita bisa
menabung untuk kebutuhan masa depan kita dan anak-anak kita daripada habis
melalui cerobong asap....
Tips dari
saya untuk bisa berhenti merokok adalah sebagai berikut :
1.Niat/tekad yang kuat, saya harus berhenti. Karena
berhenti merokok tidak ada obatnya.
2. Jauhi pergaulan dengan teman-teman lama
yang masih merokok, karena ini bisa saja kita kembali lagi merokok karena
tergoda. Biasanya teman kita melihat selama ini kita merokok tiba-tiba kita
berhenti mereka pasti heran dan bertanya-tanya? Ada apa?
3. Rajin ibadah
4. Banyak membaca, di katakan bahwa merokok
banyak mudaratnya daripada manfaatnya bagi tubuh kita.
Demikian sobat yang dapat saya bagi kan,
menurut pengalaman pribadi saya semoga
ada manfaatnya....!!!
Pesan dari saya : Berhenti lah merokok sobat sebelum kita terlambat dan menyesal. Menyesal kemudian tiada berguna, pepatah mengatakan nasi sudah menjadi bubur....




No comments:
Post a Comment