Monday, May 16, 2016

KESAKSIAN GETAH BENING AKUT SEMBUH



KESAKSIAN GETAH BENING AKUT SEMBUH






Penderita : Ibu Triwasih Wahyuni ( Lampung Timur )

Kesaksian :
Perkenalkan nama saya Triwasih Wahyuni, saya seorang ibu rumah tangga umur 37 tahun. Alamat Srimenti, Kec. Bondan, Sri Bhawono, Kab Lampung Timur. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman seputar penyakit saya. Sebetulnya semua ini berawal dari kecerobohan saya sendiri.
Beberapa tahun yang lalu saya mengalami demam tinggi dan sakit semua seluruh tubuh serta mual-mual. Lalu saya berobat ke dokter berkali-kali tetapi tidak juga reda. Malah setiap kali saya minum obat antibiotik sepertinya penyakit saya ini melawannya.

Kemudian saya berhenti berobat. Tapi kemudian timbul bengkak di leher sebelah kanan dan setiap saya pegang terasa seperti ada benjolan kecil-kecil. Kata teman saya mungkin itu gondongan, saya disarankan pakai obat gondong. Tapi tidak sembuh juga, karena badan terasa sakit dan pegal semua maka kakak saya menyarankan supaya saya pijat/urut dan sayapun kemudian di pijat.

Semenjak itulah hidup saya justru semakin kacau, karena badan saya semakin panas dan sakit semua lalu saya periksa ke laboratorium. Betapa terkejutnya karena hasil lab menunjukkan bahwa saya menderita getah bening akut. Dengan kondisi yang sudah menyebar. Saya benar-benar bingung takut dan stress. Saran dokter supaya saya menjalani kemoterapi, tetapi saya tidak sanggup. Membayangkan hari-hari yang harus saya jalani dan juga berapa besar biaya yang harus saya keluarkan. Dunia terasa berputar-putar dan hidup saya sepertinya tinggal menghitung hari. 

Daripada tidak melakukan suatu usaha maka saya mencari informasi tentang pengobatan kanker. Pengobatan kanker dan saya mencoba minum rebusan benalu teh. Memang agak sedikit reda, tetapi betapa repotnya karena Harus merebus setiap pagi dan sore. Dan minum setiap 3 jam dari pagi sampai malam. Dan kalau terlambat minumnya, badan terasa panas lagi. Bertahun-tahun saya minum jamu ini. Sampai rasanya sudah muak dan bosan. Tetapi tidak sembuh-sembuh, entah sudah berapa puluh karung jamu yang yang sudah saya konsumsi dan berapa uang yang sudah saya habiskan untuk membeli.

Akhirnya saya membaca iklan tentang Kunir Putih dan Benalu Teh di sebuah koran. Saya lalu menghubunginya. Ternyata sudah di kemas dalam bentuk kapsul, jadi lebih praktis. Saya lalu memesan jamu Kunir Putih dan Benalu Teh produksi tugu bintang sakti jogjakarta.
Satu paket, dua paket, tiga paket belum ada tanda-tanda perbaikan bahkan kalau saya perhatikan setiap kali habis minum justru badan terasa sakit nyut-nyutan. Tetapi saya masih penasaran dan tetap menlanjutkan. Setelah habis paket ke 4 saya merasa sakitnya sudah berkurang dan wajah saya terlihat berseri-seri. Jadi saya semakin bersemangat dan saya yakin bahwa penyakit saya pasti sembuh. Alhamdulillah, akhirnya apa yang diharapkan terwujud juga. Saya sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

 Itulah cerita pengalaman saya dalam mengkonsumsi Kunir Putih dan Benalu Teh semoga membantu pasien-pasien yang ingin berobat dan sembuh seperti saya. Terimakasih


No comments:

Post a Comment