KESAKSIAN GETAH BENING
AKUT SEMBUH
Penderita : Ibu Triwasih Wahyuni ( Lampung Timur )
Kesaksian :
Perkenalkan nama saya Triwasih Wahyuni, saya seorang ibu
rumah tangga umur 37 tahun. Alamat Srimenti, Kec. Bondan, Sri Bhawono, Kab
Lampung Timur. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman seputar penyakit
saya. Sebetulnya semua ini berawal dari kecerobohan saya sendiri.
Beberapa tahun yang lalu saya mengalami demam tinggi dan
sakit semua seluruh tubuh serta mual-mual. Lalu saya berobat ke dokter
berkali-kali tetapi tidak juga reda. Malah setiap kali saya minum obat
antibiotik sepertinya penyakit saya ini melawannya.
Kemudian saya berhenti berobat. Tapi kemudian timbul bengkak
di leher sebelah kanan dan setiap saya pegang terasa seperti ada benjolan
kecil-kecil. Kata teman saya mungkin itu gondongan, saya disarankan pakai obat
gondong. Tapi tidak sembuh juga, karena badan terasa sakit dan pegal semua maka
kakak saya menyarankan supaya saya pijat/urut dan sayapun kemudian di pijat.
Semenjak itulah hidup saya justru semakin kacau, karena badan
saya semakin panas dan sakit semua lalu saya periksa ke laboratorium. Betapa terkejutnya
karena hasil lab menunjukkan bahwa saya menderita getah bening akut. Dengan kondisi
yang sudah menyebar. Saya benar-benar bingung takut dan stress. Saran dokter
supaya saya menjalani kemoterapi, tetapi saya tidak sanggup. Membayangkan hari-hari
yang harus saya jalani dan juga berapa besar biaya yang harus saya keluarkan. Dunia
terasa berputar-putar dan hidup saya sepertinya tinggal menghitung hari.
Daripada tidak melakukan suatu usaha maka saya mencari
informasi tentang pengobatan kanker. Pengobatan kanker dan saya mencoba minum
rebusan benalu teh. Memang agak sedikit reda, tetapi betapa repotnya karena Harus
merebus setiap pagi dan sore. Dan minum setiap 3 jam dari pagi sampai malam. Dan
kalau terlambat minumnya, badan terasa panas lagi. Bertahun-tahun saya minum
jamu ini. Sampai rasanya sudah muak dan bosan. Tetapi tidak sembuh-sembuh,
entah sudah berapa puluh karung jamu yang yang sudah saya konsumsi dan berapa
uang yang sudah saya habiskan untuk membeli.
Akhirnya saya membaca iklan tentang Kunir Putih dan Benalu
Teh di sebuah koran. Saya lalu menghubunginya. Ternyata sudah di kemas dalam
bentuk kapsul, jadi lebih praktis. Saya lalu memesan jamu Kunir Putih dan
Benalu Teh produksi tugu bintang sakti jogjakarta.
Satu paket, dua paket, tiga paket belum ada tanda-tanda
perbaikan bahkan kalau saya perhatikan setiap kali habis minum justru badan
terasa sakit nyut-nyutan. Tetapi saya masih penasaran dan tetap menlanjutkan. Setelah
habis paket ke 4 saya merasa sakitnya sudah berkurang dan wajah saya terlihat
berseri-seri. Jadi saya semakin bersemangat dan saya yakin bahwa penyakit saya
pasti sembuh. Alhamdulillah, akhirnya apa yang diharapkan terwujud juga. Saya sembuh
dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa.
Itulah cerita
pengalaman saya dalam mengkonsumsi Kunir Putih dan Benalu Teh semoga membantu
pasien-pasien yang ingin berobat dan sembuh seperti saya. Terimakasih


No comments:
Post a Comment