KHUSUS wanita, baik itu remaja putri, usia subur dan nenek-nenek
kalau mempunyak keluhan disekitar reproduksi atau rahim seperti datang bulan
sakit, datang bulan banyak sekali, datang bulan tidak normal, datang bulan
tidak tuntas-tuntas dan sering keputihan. Maka harus diwaspadai, jangan sampai
ini awal dari kanker rahim, kanker mulut rahim, kanker indung telur, miom,
kista ataupun keluhan-keluhan yang ada di sekitar alat reproduksi atau rahim.
Karena keluhan di sekitar alat reproduksi/rahim ini tanda-tandanya
tidak jauh dari apa yang kami sampaikan di atas. Keluhan tersebut juga tidak
harus semuanya, tapi salah satu saja sudah cukup untuk melakukan tindakan ‘
patut di waspadai ‘. Dalam kondisi normal seorang wanita mendapatkana masa
datang bulan/haid dalam sebulannya berkisar 5-7 hari dengan diawali rasa sakit diperut
bagian bawah, perasaan sakit ini biasanya tidak begitu mengganggu aktivitas
karena hanya berlangsung menjelang datang bulan saja bisa antara satu hari
sampai dua hari menjelang datang bulan. Setelah datang bulan maka kondisi
tersebut sudah biasa. Sirkulasi normal datang bulanpun normal dalam satu
bulannya bisa di awal bulan, tengah bulan dan akhir bulan.
Namun bila terjadi kasus-kasus yang kami sampaikan diatas seperti
datang bulan sakit, datang bulan banyak sekali, datang bulan tidak normal,
datang bulan tidak tuntas-tuntas dengan sering KEPUTIHAN, maka hal ini “Patut
di WASPADAI”. Keluhan inipun tidak semuanya, cukup salah satu saja tidak
ada salahnya jika kita melakukan tindakan lanjutan. Jadi bukan berarti memvonis
saya kena kanker, saya kena tumor, saya kena kista, saya kena miom dan
lain-lain, tapi tidak ada salahnya kalau kita berkonsultasi dengan medis,
dokter, uji lab atau langsung minum obat herbal kami. Supaya apa? Supaya
keluhan tersebut secepatnya bisa diatasi atau di obati.
Datang Bulan
Yang sakit
Untuk kasus
datang bulan sakit, kebanyakan pasien yang kami tangani penderitanya adalah
remaja putri yang usianya baru belasan tahun yang notabene belum bersuami,
namun bukan berarti yang sudah bersuami tidak mengalami kasus datang bulan
sakit. Ada juga yang sudah bersuami kalau datang bulan sakit, tapi kalau
persentasenya lebih banyak remaja putri yang baru belasan tahun dan belum
bersuami.
Kalau mau
datang bulan, sakit diperut bagian bawah atau dibawah tali pusar kadang tembus
kebelakang, kadang juga terjadi kasus mau datang bulan ‘boyok’ sakitnya luar
biasa dan bahkan kadang sampai kram. Kalau sudah tidak bisa ditahan, atau
bahasa jawanya ‘ sudah mbahne sakit ‘ maka bisa sampai pingsan. Bila ada kasus
seperti ini maka harus juga diwaspadai, dampak lain juga bisa menimbulkan sulit
punya KETURUNAN.
Datang Bulan
Banyak Sekali
Sirkulasi
datang bulan atau haid Normal adalah 5 – 7 hari, hari pertama sampai ketiga
biasanya darah keluar banyak, namun memasuki hari keempat sudah mulai berkurang
dan akhirnya pada hari ketujuh sudah tuntas. Namun dalam kondisi tertentu
kadang meski sudah memasuki hari ke 8 masih keluar darah. Bahkan berhari-hari
selanjutnya masih saja mengeluarkan darah.
Kalau hal
ini berlangsung terus-menerus bahkan sampai berbulan-bulan bahkan
bertahun-tahun maka hal inilah yang dinamakan darah istihadah. Seorang
perempuan ketika mendapatkan darah istihadah maka kewajiban sholat, puasa,
ibadah-ibadah yang lain termasuk melayani suami harus tetap dijalankan,
meskipun dalam kondisi mengeluarkan darah.
Berbeda
seandainya keluarnya darah hanya berlangsung satu-dua bulan, mungkin ini masih
ada toleransi, mungkin karena kecapaian, pikiran, stres atau mungkin ada faktor
lainnya. Namun kalau sampai berbulan-bulan inilah yang masuk kategori darah
istihadah.
Darah
Istihadah
Bila seorang
wanita mendapatkan darah istihadah maka cara menjalankan ibadah sholatnya ada
dua cara, pertama setiap mau menjalankan sholat mandi wajib/jinabat/junub
terlebih dahulu supaya dibersihkan terlebih dahulu. Misalnya mau sholat subuh
diawali dengan mandi wajib setelah itu cepat-cepatlah jalankan sholat subuh,
ketika jalankan sholat zuhur pun sama, sebelumnya mandi wajib dulu setelah
selesai cepat-cepatlah jalankan sholat zuhur begitupun ketika mau menjalankan
sholat ashar, magrib dan isya.cara kedua dengan menggabungkan dua waktu sholat,
shubuh sendiri (seperti sebelumnya) selanjutnya menjelang akhir waktu zuhur
mandi wajib, setelah itu jalankan sholat zuhur di akhir waktu, begitu salam
langsung berdiri lagi jalankan sholat asar di awal waktu. Menjelang akhir waktu
maghrib mandi wajib dan jalankan sholat
maghrib di akhir waktu, begitu salam
langsung berdiri lagi untuk menjalankan sholat isya di awal waktu.
Jadi sholat
lima waktu dikerjakan tiga waktu dan mandinya cukup tiga kali, shubuh
sendiri seperti biasa, akhir zuhur awal asar dan akhir maghrib dan
awal isya. Apakah ini boleh?dari mamnah binti jahsy, ia berkata : aku termasuk
wanita yang paling sering istihadah,
lalu aku datang kepada nabi SAW, dengan
maksud memohon keterangan beliau, maka beliau bersabda:”yang demikian itu adalah gangguan dari setan, maka
berhaidlah kamu 6 hari atau7 hari,
kemudian mandi. Apabila bersih, shalatlah 24 hari atau 23 hari, dan puasalah dan shalatlah karena yang
demikian itu cukup bagimu. Demikianlah
kamu lakukan tiap bulan sebagaimana wanita-wanita haid. Apabila
engkau kuat mengakhirkan Zuhur dan mempercepat ashar (lakukanlah), kemudian kamu
mandi tatkala engkau bersih, lalu kamu menjama’ Zuhur dan ashar.
Kemudian engkau akhirkan shalat magrib dan mempercepat shalat isya.’
Kemudian engkau mandi dan kumpulkan antara 2 sholat itu. Maka lakukanlah
itu. Dan ambillah beserta shubuh dan shalatlah.” Sabdanya lagi: “ demikianlah yang lebih aku
sukai dari yang lain.”(HR imam lima,
kecuali nasa’i, imam tirmidzi
menshahihkannya, dan dianggap hasan
oleh imam bukhari).
Namun untuk
poin kedua ini kita harus betul-betul tahu waktu sholat yang benar supaya tidak
salah dalam menjalankan. Untuk lebih amannya bisa jalankan sendiri-sendiri. Seandainya
ketika sedang sholat, tapi tiba-tiba sepertinya ada darah yang keluar/netes
maka sholatnya tetap dijalankan jangan dibatalkan. Insya Allah sholatnya tetap
syah, meskipun mengeluarkan darah, karena ini dalam kondisi darurat maka insya
Allah, Allah berikan keringanan atau rukhsoh. Untuk menjaga hal-hal seperti ini
maka disarankan kalau mau sholat supaya memakai pembalut yang betul-betul aman
supaya seandainya ada darah yang keluar/netes tidak sampai jatuh ke tempat
sholat.
Datang Bulan
Tidak Tuntas-tuntas
Tidak
seperti datag bulan banyak sekali, kasus ini biasanya muncul seharusnya datang
bulan ini normalnya 5-7 hari, namun memasuki hari kedelapan dan selanjutnya
ternyata masih mengeluarkan cairan bukan darah yang banyak, tapi hanya cairan
atau flek-flek yang tidak berhenti – berhenti bahkan sehari bisa di ganti cd
beberapa kali karena ‘risih’ atau tidak nyaman.
Kalau
flek-fleknya berlangsung hanya sebulan
dua bulan, insya ALLAH masih ada
toleransi namun kalau flek-flek ini
berlangsung terus-menerus maka tidak ada salahnya melakukan tindankan’ patut diwaspadai.’
Dalam kondisi inipun akhirnya masuk kriteria darah istihadah, dan kewajiban beribadahpun sudah masuk padanya.
Datang Bulan
Tidak Normal
Sirkulasi
datang bulan normal satu bulan terjadi tiga kali fase, bisa diawal bulan, tengah bulan atau akhir bulan. Namun bila terjadi diawal bulan datang bulan, tahu – tahu ditengah
bulan datang bulan lagi. Kalau tidak bulan ini datang bulan dua bulan tiga
bulan kemudian baru datang bulan lagi, maka hal ini pun tidak normal dan patut
di waspadai.
Sering
Keputihan
Ada dua
jenis keputihan pertama keputihan yang warnanya agak kekuningan-kuningan dan
yang kedua warnanya agak keputih-putihan. Keduanya sama baunya tidak sedap.
Untuk kasus yang warnanya kekuning-kuningan biasanya terjadi karena rahimnya
cenderung panas sedangkan untuk yang warnanya keputih-putihan biasanya terjadi
karena rahim cenderung dingin.
Dari
kasus-kasus tersebut biasanya tidak semuanya muncul pada keluhan alat
reproduksi, namun biasanya hanya salah satu saja atau beberapa keluhan lainnya.
Oleh karena itu sekali lagi bagi perempuan baik itu remaja putri, usia subur
atau nenek-nenek datang bulan sakit, datang bulan banyak sekali, datang bulan
tidak tuntas-tuntas, sering keputihan maka harus diwaspadai jangan sampai ini
awal dari keluhan pada alat reproduksi/rahim seperti kanker rahim, kanker
indung telur, kanker mulut rahim, miom, kista, atau keluhan-keluhan lainnya
yang ada hubungannya dengan kewanitaan.
Perlu
disampaikan pula bahwa pernah kami ditanya kenapa nenek-nenek perlu juga
waspada, bukankah nenek-nenek itu sudah menopause? Bisa dijelaskan bahwa usia
nenek-nenek pada saat ini, bisa jadi baru 43 – 45 tahun, karena dulu kawin muda
dalam usia 20 tahunan, sehingga pada usia diatas sudah punya cucu. Berbeda
dengan zaman dulu kalau yang namanya nenek-nenek usianya diatas 50 tahunan
bahkan 60 tahunan.
Dengan
kenyataan inilah, maka remaja putri, usia subur dan nenek-nenek pun tidak ada
salahnya untuk melakukan tindakan ‘patut diwaspadai’, bila dalam dirinya muncul
keluhan kewanitaan.*****

No comments:
Post a Comment